Challenge Pekan VIII: Gelar Jasa Wirausaha Lingkungan Hidup Seinovatif dan Sekreatif Mungkin

SURABAYA – Dalam program wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2016 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan didukung oleh PT PLN (Persero) Tbk, setiap sekolah peserta tidak hanya membuat produk olahan makanan, minuman dan sampah sesuai dengan potensi lingkungan hidup yang dimiliki sekolah masing-masing. Masing-masing Student Company Ecopreneur 2016 juga diminta membuat produk jasa lingkungan. 

Tim Student Company Ecopreneur  SMKN 10 pada Bazar Jambore Air 2016

Tim Student Company Ecopreneur SMKN 10 pada Bazar Jambore Air 2016

Pada pekan kedelapan (25 April – 1 Mei 2016), jasa lingkungan menjadi tantangan/challenge/tema yang diangkat. “Challenge/tantangan/tema pekan 8 adalah Gelar jasa wirausaha lingkungan hidup seinovatif dan sekreatif mungkin untuk menambah pemasukan,” ujar Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Pada pelaksanaannya, Tunas Hijau menjelaskan bahwa jasa lingkungan adalah sebuah produk yang berbentuk penawaran jasa kepada orang lain dengan penerapan ramah lingkungan di dalamnya. Salah satu contohnya seperti yang pernah dilakukan oleh tim Ecopreneur 2015 SDIT Al Uswah dengan menerima pencucian motor guru-guru. Menariknya, air yang digunakan untuk mencuci motor bukan berasal dari air kran, melainkan memanfaatkan tampungan air hujan.

Diantara produk olahan tanaman semanggi karya tim Student Company Ecopreneur SMAN 12 pada Bazar Jambore Air 2016

Diantara produk olahan tanaman semanggi karya tim Student Company Ecopreneur SMAN 12 pada Bazar Jambore Air 2016

Tim Ecopreneur SDN Bubutan IV Surabaya juga melakukan jasa serupa dengan tim SDIT Al Uswah Surabaya, yaitu dengan membuka pencucian sepeda motor dengan memanfaatkan air hasil pengolahan alat penjernihan air limbah domestik yang dimiliki sekolah sebagai hadiah Juara I Surabaya Eco School 2013.

Ditambahkan oleh Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino bahwa jasa lingkungan hidup juga bisa dengan menggelar pelatihan lingkungan hidup bagi warga sekolah. “Pelatihannya bisa berbayar dengan harga yang cukup terjangkau. Bisa juga pelatihannya tidak berbayar tapi peserta diharuskan membeli produk makanan/minuman dari tim Ecopreneur sekolah,” terang Bram Azzaino. (ron)

Stan tim Student Company Ecopreneur SMPN 11 Surabaya pada Bazar Jambore Air 2016

Stan tim Student Company Ecopreneur SMPN 11 Surabaya pada Bazar Jambore Air 2016