Challenge Pekan II Ecopreneur 2016

Challenge Pekan 2 Ecopreneur 2016

Challenge Pekan 2 Ecopreneur 2016

SURABAYA – Program wirausaha lingkungan hidup sekolah-sekolah Ecopreneur 2016 yang diselenggarakan Tunas Hijau Indonesia bersama Pemerintah Kota Surabaya memasuki pekan kedua mulai hari ini, Senin (14/3) hingga Minggu (20/3). Challenge/tantangan pekan kedua pun kembali dihadirkan. 

Challenge Pekan 2 ‪#‎ecopreneur (14-20 Maret 2016):
1. Pengesahan bagan struktur Student Company Ecopreneur 2016 oleh Kepala Sekolah, yang terdiri dari sedikitnya direktur utama, vice president finance,vice president production,
vice president marketing dan dewan komisaris. Masing-masing VP membawahi beberapa manager. Hanya dewan komisaris yang terdiri dari guru, selain itu adalah siswa.
2. Pengesahan target Student Company Ecopreneur 2016 oleh Kepala Sekolah.
3. Isi penuh media pengomposan (biopori dan komposter) dengan sampah organik.
4. Mulai produksi dan penjualan yang berkaitan dengan olahan sampah dan makanan minuman dari potensi lingkungan hidup sekolah.

Lebih lanjut, Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni menjelaskan bahwa target Student Company Ecopreneur 2016 yang sudah ditetapkan oleh masing-masing sekolah juga seyogyanya dibuatkan timeline atau pengaturan waktu untuk realisasinya. Tujuannya, agar target bisa direalisasikan.

“Jangan sampai menargetkan panen raya kompos pada akhir Mei 2016 tapi baru bisa memenuhi semua komposter dengan sampah organik pada awal Mei 2016. Ini berarti targetnya gak serius dan gak akan terealisasi. Sebab, pengolahan sampah organik menjadi kompos umumnya membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan,” kata Zamroni.

Ditambahkan oleh Direktur Ecopreneur 2016 Arief Fermansyah bahwa mengenai eksekutif dan komisaris Student Company Ecopreneur masing-masing sekolah peserta umumnya sudah dibuat saat pelaksanaan Workshop Ecopreneur 2016 dua pekan lalu. “Eksekutif dan komisaris Student Company Ecopreneur 2016 itu perlu disahkan oleh kepala sekolah,” ujar Arief Fermansyah.

Target yang sudah ditetapkan Student Company Ecopreneur masing-masing sekolah juga perlu disahkan oleh kepala sekolah. “Harapannya bisa menjadi target kolektif seluruh warga sekolah, sehingga akan lebih mudah dalam merealisasikannya,” tambah Aktivis Senior Tunas Hijau Sugeng. (ron)