SMPN 7 Ubah Bisnis Jus Markisa Menjadi Sirup Markisa Demi Target Juara Eco-preneur

SURABAYA- Rupa-rupanya, tim Eco-preneur SMPN 7 Surabaya akan mengubah rencana pengembangan bisnis mereka. Mereka merencanakan membuat menu baru untuk minuman sirup markisa. Sebab, awalnya mereka mengembangkan bisnis jus markisa tapi dirasa-rasa harganya masih belum terjangkau kalau untuk konsumen siswa. 

PROGRESS: Anggota tim Eco-preneur SMPN 7 Surabaya memaparkan perkembangan pelaksanaan Eco-preneur di sekolah mereka

PROGRESS: Anggota tim Eco-preneur SMPN 7 Surabaya memaparkan perkembangan pelaksanaan Eco-preneur di sekolah mereka

Pada pekan keenam kegiatan Eco-preneur yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan Pemerintah Kota Surabaya, mereka berkomitmen akan membenahi kembali bisnis pemanfaatan buah markisa. Hal ini dikemukakan saat pembinaan dan penilaian progress lapangan di sekolah mereka, Selasa (9/4).

Awalnya, tim Eco-preneur yang digawangi Sri Syurainti ini akan mengurangi harganya menjadi lebih terjangkau kembali. “Awalnya harga Rp. 2.000,00 mungkin setelah ini kami kurangi menjadi Rp. 1.000,00. Tentunya sedikit mengurangi porsinya dan penggunaan kemasan yang tidak sekali pakai sehingga bisa menghemat pengeluaran modal,” terang Sri Syurainti, guru pembina tim Eco-preneur SMPN 7.

Aktivis senior Tunas Hijau Satuman mencoba produk Eco-preneur SMPN 7 Surabaya

Aktivis senior Tunas Hijau Satuman mencoba produk Eco-preneur SMPN 7 Surabaya

Tim yang berjumlah 20 siswa ini berniat menggantikan jus markisa dengan sirup markisa. “Dari proses dan rasa lebih baik sirup. Kalau proses lebih mudah membuat sirup, karena biji sekaligus sari markisa tinggal dimasak diberikan tambahan air. Untuk rasa sirup tidak timbul rasa serik. Hanya asam dan itu ciri khas dari minuman markisa,” terang Agnes Puspa, siswa anggota tim Eco-preneur SMPN 7.

Agnes juga menambahkan kalau nanti dia beserta tim Eco-preneur akan memasarkan sirup markisa itu ke sekolah dasar di sekitar SMPN 7. “Misalkan dipasarkan di SDN Perak Barat Kawasan. Di sana kami akan kerja sama untuk memasarkan bisnis kami. Termasuk juga kerjasama dalam membudidayakan tanaman markisa,” papar Agnes.

“Bila melihat kondisi pasar ke depan,  kami akan membuat kantin khusus tim Eco-preneur SMPN 7. Ide tersebut awalnya juga saran dari kepala SMPN 7 untuk memberikan wadah bagi mereka seperti stand atau lebih mirip kantin Eco-preneur,” terang Sri Syurainti.  Bagi Syurainti, adanya satu tempat untuk memasarkan produk bisa membantu memasarkan dan memberikan kesan lebih baik. (1man)