Aneka Minuman Sehat dan Tempat Tisu SDN Rungkut Kidul II

SURABAYA- Keberadaan pohon produktif seperti mangga, belimbing dan asem di SDN Rungkut Kidul II Surabaya membawa manfaat bagi tim Eco-preneur sekolah ini. Terbukti beberapa ide bisnis berasal dari pemanfaatan tanaman. Diantaranya minuman sinom dari pohon asem. Ada juga jus buah belimbing dan jus buah mangga. Fakta ini didapat Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan hidup Eco-preneur di sekolah ini, Sabtu (16/3). 

MEMOTONG BELIMBING:  Siswa melihat proses pengumpulan bahan pembuatan sinom dan jus belimbing

MEMOTONG BELIMBING: Siswa melihat proses pengumpulan bahan pembuatan sinom dan jus belimbing

Menurut  Asyam, anggota tim Eco-preneur SDN Rungkut Kidul II, semua minuman yang dibuat itu sehat dan bergizi karena dalam proses pembuatan tidak menggunakan bahan kimia tambahan. ”Minuman sehat dan bergizi tersebut kami jual di sekolah setiap dua hari sekali dengan berganti juga menu yang dibuat. Misalkan hari Senin yang kami jual jus belimbing, hari Rabu jualan sinom dan hari Jumat jualan jus mangga,” terang Asyam, siswa kelas 5.

Asyam dan tim Eco-preneur berharap teman-teman mau mengonsumsi minuman buatannya karena lebih sehat dan alami. “Kalau teman-teman lain mau suka dengan minuman yang seperti kami buat, pastinya badannya lebih sehat,” kata Asyam.

Asyam juga menceritakan bahwa tim Eco-preneur sebelumnya mengadakan pengumpulan koran bekas dan botol plastik. “Awalnya kami melakukan pengumpulan koran dan botol plastik lalu dijual. Uang yang terkumpul dijadikan sebagai modal,” terang siswa yang gemar bermain sepak bola. Asyam mengaku bahwa timnya mendapatkan uang dari pengumpulan koran dan botol sebesar Rp. 50.000,00. “Uangnya langsung dibuat untuk beli bahan-bahan dan keperluan lainnya,” imbuhnya.

Rupanya tim Eco-preneur tidak hanya berburu koran dan botol plastik, mereka juga berburu kotak kardus sepatu dan plastik pembungkus deterjen. “Kami mempunyai ide bisnis membuat  tempat tisu dari bekas kotak kardus sepatu. Setelah itu kami bungkus dengan plastik pembungkus deterjen. Selain itu juga diberikan variasi warna dan pembungkus dari daun yang kering,” tutur Asyam siswa kelas VA.

Satuman, aktivis senior Tunas Hijau, mengatakan bahwa selain membuat tempat tisu dan minuman sehat, mereka juga bisa mendirikan bank sampah. “Nanti dengan adanya bank sampah, kalian juga bisa mendapatkan keuntungan dari pemilahan sampah dan sampah yang ditabungkan oleh teman-teman kalian,” saran Satuman. Tapi, sedapatnya sosialisasi dilakukan sesering mungkin melalui lisan maupun media komunikasi seperti mading atau poster. Brosur juga bisa digunakan. (1man)